"Halaman"

Kamis, 08 April 2010

puisi-ku

Lelaki Pemungut Receh
Oleh: OLIA ANDIKA


Siapa yang peduli ketika seorang lelaki tua
Duduk sendu bersandarkan tiang baliho ditepi jalan,
Bercu-cukan ember kecil yang penuh karna keringat
Tanpa ada yang ingin tahu beban dipundaknya…

Pagi yang menghantarnya kepada siang
Tak mengerti akan embun dimatanya
Hingga siang melahapnya dengan sigap
Tanpa tahu setumpuk harapan telah menunggunya
Dengan sebuah piring aluminium kosong…

Ketika senja merong-rong
Dia hanya bisa tergopohgopoh memasuki rumah
Seraya meletakkan ember disudut lemari usang
Merenung nasib dengan menghitung uang
Yang tak cukup untuk memperoleh sebutir beras…

Sampai kapan dia tahu,
Panas itu…
Hujan itu…
Kekerasan itu…
Bahkan pelecehan yang jadi sarapan pagi bagi dirinya
Dia takkan terpuruk oleh keadaan
Karna dia seorang lelaki pemungut receh,
Sampai senja berakhir…
KEKELIRUAN DALAM “THE DAVINCI CODE”
Oleh : OLIA ANDIKA

The Davinci Code Merupakan Karya Fiksi
The Davinci Code adalah sebuah novel karangan Dan brown seorang penulis Amerika dan diterbitkan pada 2003 oleh Doubleday Fiction. Buku ini adalah salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar (hingga Agustus 2005) dan telah diterjemahkan kedalam 44 bahasa, termasuk Indonesia. Di indionesia diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta pada tahun 2004.

The Davinci Code merupakan karya fiksi, lengkap dengan orang baik, penjahat dan peristiwa-peristiwa berbahayanya. Menurut saya sang tokoh protagonist, Robert Langdon, pakar pemecah kode dari Harvard, seseorang yang memiliki karakter yang tulus tapi pasif dengan sedikit keruwetan. Novel ini menyajikan plot-plot yang bisa disebut luar biasa dengan kalimat-kalimat yang cukup baik, sehingga tidak mudah terlupakan. Sebagai novel fiksi yang popular bisa dikatakan sangat menghibur, novel ini sangat liar dalam mendeskripsikan sebuah keadaan, baik dari segi tempat maupun suasana. Menurut saya, Dan Brown sangat cerdas dalam meng-imajinasikan serta mengembangkan sebuah keadaan , itu terbukti dengan banyak nya ditemukan penjelasan yang begitu detail tentang sebuah galeri tempat terbunuhnya kurator terkenal Jacques Sauniere. Dia mampu menjelaskan fostur galeri sekaligus benda-benda yang di dalamnya bahkan pembaca mampu merasakan ketegangan di dalam novel tersebut.

Kelebihan Brown lainnya adalah Brown mampu mengangkat wacana tentang Jesus dalam dunia akademis kedalam sebuah novel popular yang mampu menarik jutaan orang untuk membacanya. Ramuan yang tepat antara fakta dan fiksi menjadikan novel ini memang berpotensi besar menggoncang kepercayaan kaum Kristen. Apalagi masyarakat barat memang dikenal hobi dengan mitos dan legenda. Mereka tak henti-hentinya menciptakan berbagai fiksi dan mitos dalam kehidupan mereka: Superman, Batman, Spiderman, Rambo dan sebagainya. Persis seperti nenek moyang mereka dizaman Yunani kuno. Brown tampaknya paham benar bagaimana menggoncang kepercayaan masyarakatnya. Tetapi, manusia memang tidak ada yang sempurna , sehebat apapun Dan Brown memaparkan cerita berdasarkan sejarah, secerdas apapun Dan Brown mengolah keadaan dengan kata-katanya, dan secerdik apapun Dan Brown memikat para pembaca, akan tetapi novel The Davinci Code ini masih banyak kekurangannya, bahkan menjadi karya kontoversial di kalangan masyarakat, kususnya para teolog Kristen. Kejadian utama dalam novel ini yang begitu mampu menarik perhatian adalah tentang suatu teori konspirasi yang mengisahkan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena.

Penuh Dengan Kontroversial
The Davinci Code terlalu larut dalam memaparkan sejarah dan keagamaan, sehingga banyak ditemukan kekeliruan yang mengakibatkan novel ini menjadi bahan perdebatan, khususnya para teolog Kristen. Mereka tidak mau menerima sejarah dalam sebuah agama mereka dengan mudah direkayasa dan diacak-acak oleh tangan Dan Brown. Begitu juga dengan para sarjana akademisi dalam diskusi-diskusi buku yang meng-klaim pendapat-pendapat Dan Brown. Mereka tidak dapat dengan mudahnya setuju dengan pendapat Dan Brown. Tidak hanya itu, para kritikus pun menyerang dengan mengatakan ketidakakuratannya, tulisan yang buruk dan pendirian yang kontroversial para peran greja Kristen. Namun, Dan Brown tetap kokoh dengan pendirian bahwa deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat.

Satu realita yang mengejutkan bahwa sudah banyak gereja mengadakan seminar tentang Davinci Code. Banyak orang Kristen bingung. Apa benar Yesus menikah dengan Maria Magdalena? Apa benar Maria pergi ke Perancis lalu beranak cucu disana, dan keturunannya sekarang masih ada? Apa benar skandal ini ditutupi oleh gereja ribuan tahun lamanya? Kebingungan ini muncul karena Dan Brown meng-klaim bahwa novelnya bukan sekedar fiksi, tetapi dibuat berdasarkan fakta sejarah dan riset ilmiah. Dan Brown memang pintar membumbui novelnya dengan berbagai data sejarah yang sangat rinci, sehingga kelihatan begitu meyakinkan. Padahal jika diteliti, lebih jauh ada banyak kesalahan data. Misalnya menurut Brown , adat Yahudi mengharuskan seorang lelaki dewasa menikah. Mereka yang tidak menikah dianggap terkutuk. Dari situ disimpulkan Yesus sebagai lelaki Yahudi pasti menikah, padahal di zaman Yesus ada orang-orang yang tidak menikah. Kaum Eseni misalnya, hidup selibat untuk melayani Tuhan sepenuhnya. Akan tetapi kelompok ini diterima dimasyarakat, tidak dianggap terkutuk.

Masih banyak lagi isu kontroversial yang diangkat dalam Davinci Code. Misalnya, lukisan perjamuan terakhir karya Leonardo Davinci menurut penafsiran Dan Brown mengandung pesan-pesan rahasia. Figur yang duduk disebelah kanan Yesus bukanlah Yohanes melainkan Maria Magdalena, karena gambar wajahnya begitu feminin. Brown lupa, bahwa Leonardo Davinci memang selalu orang yang karakternya lembut seperti Malaikat dengan wajah feminin. Karena Yohanes dijuluki sebagai “murid dikasihi Yesus”, Leonardo pun menggambar wajahnya begitu tenang seperti Malaikat.

Baca Dengan Kacamata Yang Benar
Singkatnya, hampir 20% isi novel Davinci Code memaparkan data-data sejarah, dan kebanyakan telah dikacaukan. Pembaca yang buta sejarah bisa jadi terpesona dan diyakinkan , jika apa yang disajikan itu ditelan mentah-mentah, karena mereka tidak punya pembanding. Oleh sebab itulah, Davinci Code hendaknya dibaca dengan kacamata yang tepat. Ingat, Davinci Code tetaplah karya yang dari seorang manusia biasa, dan pastinya Davinci Code adalah sebuah dongeng. Cerita fiksi belaka yang tidak perlu dipercayai atau dipandang serius. Sebagai cerita, Dan Brown memang berhasil mengarang sebuah dongeng post-modern. Dongeng yang merelatifkan apa yang sudah diterima sebagai kebenaran umum, sehingga mengundang kontroversi dan membuat orang penasaran. Tidak heran pengarangnya menjadi kaya raya dan langsung terkenal dijagat kepenulisan.

Walaupun penuh dengan kontroversi, Dan Brown patut di acungi jempol dalam mencari sebuah kisah, karena tidak ada yang pernah berpikir bahwa dari sebuah lukisan dapat memberikan se-juta inspirasi sehingga menghasilkan sebuah karya yang penuh dengan nalar-nalar yang luar biasa yang dapat menuntut para pembaca untuk ikut berpikir. Dan Brown hanya kurang hati-hati dalam memaparkan sejarah, masih banyak mengandung rekayasa yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Dimasa depan, suksesnya novel the Davinci Code bakal mendorong penulis-penulis lain mengarang novel dengan tema serupa. Oleh karena itu kita sebagai pecinta karya sastra dituntut menjadi pembaca yang aktif dan kritis, jangan asal percaya dengan cerita yang tidak jelas kebenarannya. Bacalah dengan kacamata yang benar. Sehingga bisa menemukan sesuatu kejanggalan yang tidak bisa kita terima dengan akal sehat.

Senin, 05 April 2010

puisi-puisi olia andika

Lebih baik kita tidur saja
By: olia andika

Aku terlalu banyak bicara
Bicara tanpa makna dalam kata-kata
Walau kadang aku tak mengerti
Apa yang aku bicarakan, tapi tetap saja bicara…

Kau juga terlalu banyak bicara
Hingga lelah aku mendengar bualanmu,
Karma tak satupun kata yang aku mengerti
Kau terus saja bicara,
Tanpa pedulikan aku yang mendengarmu,
Hingga telinga dan hatiku beku…

Kita memang terlalu banyak bicara,
Bicara yang membawa kita keneraka.,
Lebih baik kita tidur saja…


Bersetubuh dengan Tuhan
By:olia andika

Setiap malam aku selalu memanjakan diri dengan tuhan
Saat wangi dan suci,
Karma kuyakin tuhan kan mendekap dan menciumku
Kubasahi dengan percikan kasih yang menggugah nafsuku untuk mencumbu-Nya
Kupinta dalam desahku,
Agar Dia selalu menyayangi dan melindungiku dalam setiap ruang dan waktu.,
Aku merasa sangat intim dengan-Nya,
Setiap nafas kurasakan keabadian,
Yang meyakinkanku untuk selalu bersamanya,
Hingga pagi tiba, kutergeletak sendiri dan kurasakan dia telah menyelimutiku,
Kulihat, secarik kertas bertuliskan:
“ kutunggu ditempat biasa”

Sabtu, 03 April 2010

alhamdulillah, akhirnya allah memberikan kesempatan padaku untuk berkreasi kembali dalam blog., buktinya aku kembali berhasil membuat sebuah blog baru. mudah-mudahan ini menjadi lahan bagiku untuk berkreatifitas. amiiiiinnn....