"Halaman"

Rabu, 26 Januari 2011

Refreshing






MOMENT IN SITI NURBAYA'S PLACE
By: olia andika


Luar biasa, hari ini saya dan teman-teman pergi liburan singkat ke gunung padang. Sebenarnya gak liburan, hanya sebentuk praktek dari mata kuliah pengantar pariwisata. Kami diajak untuk melihat-lihat pariwisata yang ada di Sumbar. Salah satunya Gunung padang. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota. Jauh dari keramaian. Tapi suasana nya sangat asri, meskipun bau ikan tak terelakan. Tempat tersebut dekat dengan laut, sehingga mata pencaharian warga disana yaitu sebagai nelayan. Ikan-ikanpun sangat murah ditemukan disana. Harganya pun pasti terjangakau.
Tapi kali ini saya tidak akan bercerita soal ikan. Tapi banyak hal yang jauh lebih menarik daripada hal tersebut. Contohnya jembatan siti nurbaya dan pemakamannya.
Setiba didaerah yang bernama gunung padang ini, kami langsung berangkat menuju puncak gunung tersebut. Jalan kaki pastinya. Karna tak ada satu kendaraan pun yang bisa menempuh perjalanan tersebut. Sepeda sekalipun. Jalannya mendaki, terdapat anak tangga yang jumlahnya tidak sedikit. Sangat melelahkan. Keringatpun bercucuran. Haus, lapar, letih dan sebagainya. Terasa nano-nano.
Akhirnya sampai jua kami dipuncak. Disana terdapat pemakaman siti nurabaya (nenek-red). Merinding, itulah perasaan pertama yang saya rasakan. Saya yakin, teman-teman juga merasakan hal yang sama. Karna tempatnya sangat mistik dan sedikit menyeramkan. Untuk memasukinya kita harus melewati batu dengan cara merunduk. Cemas juga sih, tapi penasaran. Sehingga saya pun nekat untuk pergi kesana. Akhirnya pemakaman tersebut terlihat juga. Duuhhh, puasnya. Teka-teki selama ini terjawab juga. Karna selama ini saya selalu bertanya-tanya. Apa benar siti nurbaya itu ada??? Kata orang pemakaman nya ada. Dmana??? Nah sekarang terjawab sudah.
Oya, saya teringat dengan kekasih siti nurbaya- samsul bahri- konon, pemakamannya ada didekat pemakama siti nurbaya. Tapi sampai sekarang tak ditemukan lagi karna disebabkan longsor (katanya). Benar-benar tidak jodoh yaaaa.....!!!
Lanjutttt..... setelah itu saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan hingga puncak. Setiba disana kami pun langsung berphoto ria. Sungguh saat-saat yang narsis. Termasuk saya.. hehehehehe...
Pokoknya, hari minggu yang menyenangkan deh. Lagi-lagi dapat pengalaman yang luar biasa. Selanjutnya, kita lihat aja nanti. Bye....

Selasa, 25 Januari 2011

Refleksi



Facebook VS Facebooker

by: Olia Andika

Facebook??? istilah ini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan para remaja. Bahkan bisa dikatakan bahwa facebook tidak mengenal usia. Anak kecil, remaja, hingga dewasa sudah mengenal dan fasih dalam menggunakan facebook. Isi facebook itupun bervariasi, facebooker (istilah untuk pengguna facebook) mendapatkan kebebasan dalam mem-posting apapun difacebook, sehingga FB masuk dalam katagori media informasi yang rawan akan nilai-nilai negative. Walaupun pada dasarnya, semua itu tergantung pada facebooker itu sendiri. mereka punya hak untuk memodifikasi FB-nya dengan berbagai macam curhatan, kata-kata pujangga bahkan foto-foto narsis mereka. Perlu kita ketahui, ada semacam kebanggaan tersendiri ketika ada yang melihat, mengomentari dan menyukai status yang ada didalam FB kita, sehingga memacu kita untuk selalu membuka FB dan meng-up date status. Tapi, kita sebagai pengguna harus tetap waspada.

Sering kita temukan hal-hal yang tak berbobot dijadikan status FB, seperti lagi pegel ne.. atau bingung ne mau kemana, ada yang mau ajak aku jalan gak??? Kalimat-kalimat seperti itu tak sewajarnya terpublikasi karna mampu mengundang prasangka negative bagi yang membacanya, karna tak heran ada yang membalas seperti ini mau aku pijat gak??? Atau ikut sama aku aja, hal ini mampu merusak akhlak dan pikiran kita.

Hingga hari ini, FB masih laris dalam lingkungan manusia. Kita sebagai penggunanya harus mampu menemukan hal yang bermanfaat dari FB tersebut. perlu kita ketahui bahwa FB dapat kita jadikan sebagai media untuk berkreatifitas. Kreatif dalam menyampaikan informasi dan cerita-cerita yang mampu membangkitkan motivasi. FB juga bisa kita jadikan sebagai ladang amal kalau kita mampu mengisinya dengan “Taujih” dan renungan-renungan yang mampu mempengaruhi daya pikir orang yang membacanya untuk lebih mendekatkan diri kepada allah SWT. Dengan kata lain, kita berpeluang untuk berdakwah di FB, karna ketika kita mampu menghadirkan suasana-suasana islami dalam FB kita, maka kita sudah bisa dkatakan berdakwah dijalan allah SWT. Salah satu contohnya, kita selalu dengan ringan tangan untuk mempublikasikan terjemahan-terjemahan al-qur’an dan hadits yang pada dasarnya mampu mengingatkan kita akan kebesaran Allah serta mampu memberikan sebuah renungan akan hal-hal yang pernah kita perbuat dan akan kita lakukan.

Dibalik itu semua, ada kesan negative yang dapat kita ambil,bahwasanya FB akan banyak menyita waktu kita dengan hal-hal yang tak bermanfaat kalau kita tidak mampu menggunakannya dengan sebaik mungkin. namun kita juga tidak bisa men-judge bahwa FB merupakan sesuatu media informasi yang buruk dan tak bermoral. Intinya, kita harus mampu memfilter mana yang pantas dan tidak pantas untuk dipublikasikan di FB, selain itu kita juga mampu memanage waktu dalam menggunakan FB, jangan sampai waktu kita dikungkung oleh hal-hal yang merugikan. Oleh karena itu, gunakanlah FB dengan sebaik mungkin dan jadikan FB sebagai lahan kreatif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.




Minggu, 23 Januari 2011

Moment in WESTERN BASKO HOTEL









Sabtu, 22 januari 2011. saya dan teman-teman selaku mahasiswa di IAIN IMAM BONJOL PADANG berangkat ke hotel WESTERN BASKO-PADANG. tujuannya praktek TABLE MANNER. berangkat pukul 09.00. kumpul dikampus dan berangkat bersama-sama menuju kesana dengan bus. sampe disana, awalnya terkesan biasa-biasa saja. belum ada yang benar-benar mengagetkan.,

kami disambut dengan ramah. kami diantar ke sebuah ruangan yang telah tersusun rapi meja dan kursi beserta peralatan makan disana. sungguh lengkap sekali. kamipun duduk. seperti biasa, selalu meluapkan sifat narsisme dimana pun berada. kamera digital dan hp pun tak berhenti beristirahat. selalu saja ada gaya yang diperlihatkan.

acara pun dimulai. Pak Anto, selaku F&B disana memberikan presentasi tentang etika makan. menarik sekali. sangat banyak hal yang tak pernah terlintas diotak saya tentang etika tersebut sebelumnya. belajar setahap demi setahap. lama-lama mengerti juga. seruuuuu...., macam-macam makanan yang kami cicipi. luar biasa. ada salad sebagai makanan pembuka, soup, steak, dan pudding sebagai makanan penutup. oya, sebelum presentasi, kami sempat diajak berkeliling hotel. melihat kamar, ruangan rapat, kolam renang hingga dapur. tetap saja, bernarsis ria tak pernah tinggal.

akhir acara, kami foto bersama manager hotel plus pamitan pulang. rasa terima kasih sebesar-besarnya pada pihak hotel yang memberikan media untuk pengalaman yang luar biasa ini. itulah, sedikit cerita tentang pengalaman saya....

Jumat, 21 Januari 2011

PoEtRy

FRAME006.JPG

“HEART”

By: Olix D’youngmoeslim

A bright of your beuty

Disappear an immortal of dark

Flowing out the sun,

Also to burry my heart-leaf-green

Every step.

you created a proudness

Every smile,

Need an inability

Every motion,

Dissolving the sadness

Every tone of your voice,

Quivering my heart

Many beetle cite your beauty

Make a crack in my heart

Also to deafen the wings of heart

Senin, 17 Mei 2010

Aku dan Tuhan
Oleh: Anwar Felix


Tuhan, masihkah Kau disini?
Menikmati semua haramku,
Sangat dalam, hingga Kaupun bersamaku.
Aku tak mau sepert ini,
Tapi, karna Kau telah bersamaku,
Aku kan mencicipi sedikit demi sedikit halal-Mu

Z-I-K-I-R
Oleh: Anwar Felix

Detik ini, kuhabiskan nafasku untuk berzikir
Demi Pemberi Masa dalam ruang,
Aku bersujud untuk menguntai zikir
Seketika terbayang para pendusta yang enggan berzikir,
Masih saja berpoya dalam kemaksiatan,
Tak kah dia tahu arti berzikir?
Zikir kepada Maha Empunya zikir
APA KABAR BU?
( Mother, how are you today?)
OLEH: ANWAR FELIX

Ibu, ketika aku mengetahui bahwa aku sedang berada didalam rahimmu, aku sempat meminta kepada tuhan agar aku jangan dilahirkan. Aku tak ingin lepas dari wanginya kasih sayangmu yang selalu kau sisipkan dihatimu, hingga menghangatkan tidurku dan menghibur saat sepiku. Aku merasa belaian kasihmu dalam menjagaku. meski aku masih sebentuk janin yang tak ada artinya tapi kau rawat aku layaknya berlian yang berkilau. Aku bergulir bak bijaksananya waktu dalam istana yang tuhan sediakan untukku. Aku tahu diluar sana sungguh pengap karena itulah aku betah dalam rahimmu, ibu.

Ibu, sembilan bulan aku merenungkan keberadaanku didalam rahimmu. Tak seharusnya aku selalu menyiksamu dengan menyimpanku dalam rahimmu yang suci. Aku mulai menerima keputusan Tuhan untuk menitipkan ku padamu dibumi. Penuh haru aku menemuimu ditempat yang penuh dengan kemunafikan ini, hingga aku kaget sekali ketika melihatmu tegar dengan keadan yang mengkungkung hati dan nuranimu. Tapi setelah itu aku merasakan kebahagiaan yang lebih dibandingkan ketika aku berada dirahimmu. Kini aku bisa merasakan kehangatan dekapanmu dan melihat wajahmu yang teduh dan penuh kebahagian. Aku bertambah yakin, kau akan melindungi ragaku yang mungil ini dengan jiwamu yang tegar. Meski dunia ini sangat kejam sekali tapi aku tak khawatir karena aku punya ibu sepertimu.

Ibu, kini aku mulai mengenal dunia. Sosok yang sempat hadir itu telah mampu mempengaruhi jiwa dan pemikiranku. Oleh karena itu, aku merasa sepi ketika berdiri didunia ini. Seharusnya aku merasa bahwa aku anak yang kurang beruntung karna aku hanya memilikimu sedangkan temanku, mereka sempurna dengan hadirnya sosok seorang ayah. Tapi tak sedetikpun kesempatan untuk mengeluh itu aku hadirkan dalam hati dan pikiranku. Ibu, Aku iba padamu karna kau benar-benar membelit lelah sendiri. Kau bimbing semua masalahku hingga aku mearasa teduh disisimu. Sebesar apapun masalah yang aku hadapi, tampak tak berarti jika aku bersamamu, ibu. Kedudukanmu dalam hatiku benar-benar merangkap seluruh isi dunia ini. Meski sendiri, kau bisa mencukupi semua kehidupanku, adikku dan ibumu. Kami yang menjadi tanggunganmu benar-benar merasa bangga terhadap keikhlasanmu, meski lelah itu tak mampu lagi kau sembunyikan dari wajahmu. Tapi kau berusaha untuk menutupinya dengan gelak tawamu yang khas. Yang penuh dengan kehangatan dan rasa damai.

Ibu, akupun beranjak dewasa. Aku harus menentukan hidupku. Kini aku harus menuntut ilmu ditempat yang memberikan jarak antara aku dan dirimu. Semakin berkecamuk hatiku ketika aku dibelit oleh sebuah masalah tapi kau tak lagi disisiku. Aku hanya bisa mendengar suaramu yang teduh dan benar-benar memiliki kekuatan yang dashyat ketika memberikan semangat padaku, hingga aku mampu bangun kembali dan menerjang semua masalah ini dengan rasa sayang yang kau transfer melalui do’a-do’amu. Aku tahu sekali, betapa sepinya dirimu ketika anak-anakmu tak lagi berada didekatmu. Kau coba untuk tetap tegar dan semangat untuk membiayai hidup dan sekolah anak-anakmu. Meski kini kau sudah tak lagi sekuat dulu, tapi kau tetap tak peduli. Kau begitu bersemangat, walau panas mulai mengikis kulitmu dan malam mengkungkung ragamu hingga keriput.

Kamis, 08 April 2010

puisi-ku

Lelaki Pemungut Receh
Oleh: OLIA ANDIKA


Siapa yang peduli ketika seorang lelaki tua
Duduk sendu bersandarkan tiang baliho ditepi jalan,
Bercu-cukan ember kecil yang penuh karna keringat
Tanpa ada yang ingin tahu beban dipundaknya…

Pagi yang menghantarnya kepada siang
Tak mengerti akan embun dimatanya
Hingga siang melahapnya dengan sigap
Tanpa tahu setumpuk harapan telah menunggunya
Dengan sebuah piring aluminium kosong…

Ketika senja merong-rong
Dia hanya bisa tergopohgopoh memasuki rumah
Seraya meletakkan ember disudut lemari usang
Merenung nasib dengan menghitung uang
Yang tak cukup untuk memperoleh sebutir beras…

Sampai kapan dia tahu,
Panas itu…
Hujan itu…
Kekerasan itu…
Bahkan pelecehan yang jadi sarapan pagi bagi dirinya
Dia takkan terpuruk oleh keadaan
Karna dia seorang lelaki pemungut receh,
Sampai senja berakhir…